Senin, 27 Januari 2014

Rusia Menanti ( Bag 7 )

TIBA DI DUBAI.
            Pesawat yang membawa kami sebentar lagi akan mendarat di Dubai, jam tangan SWATCH Mahalku pemberian abang ipar menunjukan pukul 7.45 pagi. Pramugari pun memberitaukan bahawa dalam waktu 15 menit pesawat ini akan mendarat di bandara internasional Dubai. Saya bersiap dan semua penumpang pun mengikuti. Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman menyalah. Saya melihat keluar jendela, diluar sana terlihat daratan berwarna coklat, dengan matahari yang masih malu-malu menampakan sinarnya, darata itu sunggu seperti dalam film horor, mengerikan. Tapi menariknya terlihat bangunan dan jalan sangat rapih tertata tidak seperti kota Jakarta. Dubai emiret adalah kota yang sangat modern saat ini, yang saya ketahui dari internet kota itu di pimpin oleh seorangn muslin yang bernama Mohammed bin Rahsid Al Maktoum. Negara yang pendapatanya dari pembangunan real estat dan pelayanan keuangan dan yang menjadi pusat ekonomi islam dunia ini benar-benar sudah menarik mata dunia. Gedung-gedung modern yang inovativ, Hotel-hotel megah, tempat wisata dan ajang olahraga seperti Moto GP menjadikan dubai adalah negara salah satu tujuan orang-orang kaya mengahmburkan uang mereka disini. Tetap dalam hati saya Jakarta adalah kota terindah tak tergantikan oleh kota manapun, walaupun dengan kondisi yang memprihatinkan tetap jakarta number on for me.
            Sampai juga di Dubai, tuturku. Turun dari pesawat untuk beristirahat selama 2 jam. Saya berjalan menuju ruang tunggu untuk penumpang transite. saya dan pandawa 5 duduk dikursi yang sudah disediakan rapih berjajar. Ramai sekali bandara ini pikirku, saya lihat dari wajah mereka bermacam-macam rupanya. ada sipit, belo, hitam, putih, coklat, berjengot, baju seksi, bercadar, banyak sekali. Bingung bercampur penasaran. Sekali lagi saya tidak perdulikan. Yang ada dalam pikiran ku saat itu saya rindu istriku. Sedang apa dia skrng. Lalu saya coba nyalahkan hp mahalku ini, ternyata kartu perdana Indonesia masih bisa digunakan namun untuk internet tidak, rugi saya udah membeli paket internet sewaktu di jakarta. Memang negara ini sangat kaya dan modern. Setiap sudut bandara ini dilengkapi dengan fasilitas free wifi dan bandara ini sangat memanjakan para pendatang dengan suasanya yang nyaman bagi para Turis atau penumpang yang hanya transit sepert saya. Saya aktifkan wifi HP, clik seketika banyak masuk massage dari wasap. Saya baca satu-satu, kebanyakan dari istriku, dia dilanda rindu padaku. lalu saya hubungi istriku, saya beritau kondisi sangat baik sekali. Senang dia.
            Sifat udikku pun muncul, tapi saya tetap keren. Saya liat kesana kemari, keatas ke bawah, kesamping kiri dan ke kanan, semua sudut saya jelajahi dengan kedua mata ini. Hal itu sama dilakukan oleh teman pandawa. Wajar saja ini baru pertama kalinya kami jalan jauh dari rumah. Sejauh-jauhnya paling  masih di Indonesia, tapi kini saya jauh dari rumah bahkan sampai Dubai. Tertawa saya memikirkanny, saya bercakap-cakap dengan teman pandawa, entah apa yang kami bicarakan yang jelas semua senang. Tak lupa saya mengambil pose di semua sudut bandara, tak ketinggal di toilet pun kamu berfoto, yang terpenting tertulis indah dengan  Arab. Udik memang, tapi tetap keren. Sudahlah, saya menunggu duduk dengan tenang sampai waktu menunjukan pukul 10.
pengumuman pesawat yang akan membawa ku ke Rusia sudah siap, jadi para penumpang dipersilahkan untuk menaiki pesawat. Saya kemas barang-barang ku, sebelum berangkat tak lupa kami berfoto kembali. Oiya sebelum kami berfoto kami berkenalan dengan wanita kisaran 26 tahunan. Saya lupa namanya, dia adalah mahasiswa indonesia yang sedang studi di Prancis, dia juga sedang transite di Dubai. Lalu kami berfoto bersama untuk kenang-kenangan.
            Sampai aku dipesawat, saya duduk di samping bapak-bapak sudah sedikit tua, dan songong pula. Bapak itu orang Rusia, tapi dia hebat sekali bahasa Ingrisnya, kalah saya. Saya bercakap-cakap dengan dia. Niatku ingin sombong dengan menggunakan bahasa Rusia yang sebenarnya itu hanya akan menjadi bumberang bagiku. Ternyata benar saja, bapak itu menyuruhku menggunakan bahasa Rusia, akupun palingkan wajah dan belaga tidur.

            Pesawatku sebentar lagi akan lepas landas, para penumpang dipersilahkan menggunakan sabuk “pengaman perintah pramugari”. Waktu perjalanan memakan waktu selama 5 jam, jadi diperkirakan saya akan tiba di Rusia sekitar pukul 2 siang. Sisa ngantukku semalam masih melanda, akupun coba untuk tidur dan benar saja aku tidur pulas. 

Sabtu, 18 Januari 2014

Rusia Menanti ( Bag 6 )

Dalam Pesawat

Terbang perdana dalam sejarah hidupku, perjalanan panjang selama kurang lebih 8 jam saya serahkan semua keselamatan jiwaraga kepada sang pilot yang tidak ku kenal namanya yang akan mengendalikan pesawat ini ketempat tujuan. Saya duduk dikursi no 45D, area dibuntu pesawat kelas ekonomi. Disebelah kiri ku ibu-ibu berumur kurang lebih 40an. Terlihat jelas dari wajah si ibu bukanlah istri dari seorang penjabat negara yang sedang berlibur menghabiskan uang suami, tetapi penampilah hampir menyerupai. Si ibu adalah pekerja keras, jauh merantau ke negeri minyak untuk membeli berlian sebagai pembantu rumah tangga. Saya permisi untuk duduk disebelahnya, beliau dengan senyum mempersilahkan. Si ibu ingin pergi ke Dubai. Dalam percakapan kami, saya sedari awal pun sudah tau si ibu adalah TKI yang berasal dari jawa sana. Senang saya melihat ibu ini, dia bangga menjadi TKI, walau katanya harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan dan harap-harap cemas. Saya tidak tau kenapa ibu ini harus cemas jika ibu ini membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk bekerja disana, ternyata benar ibu ini menjadi TKI ilegal, dengan bermodalkan penampilan yang sedikit wah, ternyata itu hanya kamuplase untuk mengelabui imigarsi. Tapi ya sudahlah, memang sudah jalannya seperti itu. Toh saypun tidak mempedulikannya. Pikiran saya masih menuju wanita yang mengantar ku kebandara. Ya istriku, baru beberapa jam kami berpisah tapi rasanya sudah lama sekali. saya tetap mengambil sikap cool dan berdoa dalam hati semoa semua akan berjalan dengan baik dan dimudahkan oleh Allah SWT. AAMIINNN!
Dari spiker pesawat terdengar suara seperti orang mengaji dan terakhir saya mengetahui suara itu adalah pemberitahuan dari seorang pramugari bahwanya pesawat kami akan lepas landas. Tidak lebih dan tidak kurang waktu yang tertera ditiket dan jam tangan ku persis jam 01:50 WIB. Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih 15 jam. Dengan rute yang sudah ditentukan jam 8 pagi kami akan tiba di Dubai, transit 2 jam lamanya, setelah itu kami akan menuju Rusia. Saya berdoa dalam hati semoga kami semua selamat dalam perjalanan ini, semoga pesawat yang membawa kami tidak mendarat di samudura pasifik. RUSIA AKU DATANG.

Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman pun sudah dimatikan, saya melihat dibelakang sebalah kanan ku ada kursi kosong, lalu saya meminta ijin kepada pramugari cantik untuk pindah kursi. Pramugari dalam pesawat ini rata-rata berwajah seperti kebanyakan dalam film timur tengah, tapi ada satu berwajah asia, saya sudah tau dia pasti orang vietnam, lalu dengan sok berbahasa ingris saya meminta ijin untuk pindah kursi, ternyata dia menjawab dengan bahasa ibu pertiwi. Salah dugaanku. Setelah itu saya menjoba untuk tidur, dengan dada yang sesak, saya tidak tau ini perasaan apa. Perasaan sedih karena meninggalakan keluarga atau demam eropa sudah merasukiku. Tak saya hiraukan, saya minum obat yang diberikan oleh istriku. Sebelum berangkat kebandara tadi dia memberikan obat tidur kepadaku. Sehingga setelah saya minum obat itu, selang 1 jam obat mulai bekerja, berat sekali mata ini dan saya pun terlelap dalam mimpi indah. 

Selasa, 31 Desember 2013

Rusia Menanti ( Bag 5 )

Waktu Keberangkatan

Barang sudah saya masukan dalam koper ukuran kurang Besar. Saya coba untuk mengangkatnya dan ku letakan di timbangan. Hampir putus urat leher ku menahan napas karena isi tas ku yang memadati semua ruang dalam tas. Saya liat jarum pada timbangan, jarum itu warna merah lalu mengarah kepada angka 30 KG lebih. Celaka pikir ku. Jatah bagasi hanya 30 KG. Jika lebih akan dikenakan biaya tambahan 30USD/KG nya. Tentu saya harus mengeluarkan 2 KG dari dalam tas itu. Tapi enggan rasanya karena semua barang yang ada di dalam tas itu saya butuhkan. Insting mafia pun muncul, saya berfrasat tidak semua temen-temen nanti akan membawa pas 30KG atau lebih, pasti ada dari salah satu dari mereka hanya memiliki berat di bawah 30KG, itu harapan ku. Jika memang benar Instingku, nanti saya kumpulkan mereka semua dan kami akan check in bersama dan disatukan semua bagasi yang di dapat 30KG x 5 orang = 150KG untuk ber5. Jadi saya fikir tidak perlulah keluarkan kelebihan beban bagasi yang saya miliki. Saya membawa koper besar 1, tas tangan 1, 2 jas, dan bodypack. Pertama saya bawa tas tangan, bodypack dan 2 jasku ke kabin, itu pikirku.

Tiba di terminal 2D Penerbangan International, akhirnya saya menginjakan kaki di terminal ini. Dulu hanya bisa mengantar tamu-tamu yang menginap di Hotel tempat kerja ku. Tamu yang akan balik kekampung sehabis liburan atau melakukan perjalan bisnis. Saya diantar oleh mamah, istriku, kakakku, dan abang iparku. Saya bersama mamah dan istriku turunkan didepan pintu terminal 2D, karena memang disana pesawat yang akan membawa ku nanti terbang ke Rusia. Lalu saya pergi ke Meetpoint yang sudah kita sepakati bersama teman-teman lainya.

5 pandawa, itulah sebutan kami ber 5. Rifky, ryan, danil, fuad, dan tentu saya. 5 pandawa yang mengiklarkan janji akan menuju ke negeri beruang merah bagaimanapun caranya sewatu kuliah dulu. Di monument Gorky Park, kami berjanji akan pergi ke negeri paman Lenin bagimanapun caranya dan apapun resikonya untuk melanjutkan Master kami setelah lulus kuliah strata 1. Bandara, kursi, tokoh-tokoh akan menjadi saksi bagaimana 5 pandawa akan pergi untuk menjemput mimpinya.

Saya duduk diantara istri dan mamaku, detik demi detik, menit demi menit sangat cepat sekali berlalu. Waktu menunjukan kekuasaannya, tepat pukul 00:00 saya dan pandawa harus chack-in untuk mendapatkan seat dipesawat. Kami pun bergegas untuk bersiap-siap masuk kedalam tempat check-in. Tak lupa strategi yang sudah saya siapkan sewaktu dirumah tadi. Saya kumpulkan kesemua paspor pandawa, karena saya akan masukan dalam group. Lalu saya minta tolong kepada danil untuk membawakan 2 stel jas yang tertutup rapih. Tak lupa kamipun berfoto-foto sebelum berangkat, teman-teman kuliah dulu di kampus Unpad rela datang malam-malam untuk mengantar kami, terharu. Kami berfoto-foto, bersama masing-masing keluarga. Momen ini seperti dalam sinetron yang menampilkan semua kesedihan. Sedih memang perpisahan ini, saya akan berpisah dengan istriku dan mamah untuk sementara waktu. Saya peluk erat tubuh mungil istriku, dan berkata kecil ditelinganya, “Jangan keluarkan airmata mu. Jaga kesehatan dan selalu ingat allah “. Lalu saya cium keningnya dengan penuh kasih sayang. Saya berpamitan kepada mamah dan kakakku, aku peluk mereka dengan erat. Lalu saya cium pipi mamah dan berkata “Mama Doakan Anakmu dan Mohon Doa Restu Mu”.

Kamis, 14 November 2013

Rusia Menanti (Bag. 4)

1 minggu sebelum keberangkatan, saya dan teman-teman pergi untuk terakhir kalinya ke KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN untuk mencari tau informasi selanjutnya mengenai beasiswa kami. Karena sebelum itu saya mendengar kabar yang kurang baik terkait berkas-berkas yang telah lama saya serahkan untuk Beasiswa Unggulan. Dengar kabar burung berkas-berkas yang masuk untuk pengajuan beasiswa unggulan tahun ini khususnya Pelamar yang akan ke Rusia akan dilimpahkan ke Lembaga Pengelolah Dana Pendidikan (LPDP) dibawah Kementerian Keuangan. Saya pastikan berita itu, saya pergi ke Diknas dan bertemu dengan staf biro yang tidak bisa kusebutkan namanya, ya karena dia hanyalah bawahaan yang akan tunduk dengan atasan. Saya tidak terlalu puas dengan penjelasan staf itu terkait masalah pemindahan berkas dari Diknas ke LPDP terlalu mutar-mutar sehingga pusing sendiri dia untuk menjelaskannya.Tak sabar, aku langsung berhadapan dengan bos nya, yaitu pak abe, ya pak abe, yang menjadi pembicara di Institusi yang bernama SEAMOLEC. Ternyata sama saja jawaban yang Saya dapat. Beliau hanya mengatakan berkas-berkas yang masuk dari pelamar yang ke Rusia akan dilimpahkan ke LPDP atas perintah atasan. 

Karena terkait akan ada bantuan untuk mahasiswa/i yang ada di Rusia akan diberi bantuan oleh RI1, jadilah kami disatukan kedalamnya. Disini yang tak saya mengerti. Dari awal Saya dan teman-teman mengajukan untuk Beasiswa Unggulan yang itu hak setiap anak bangsa. Jika berkas-berkas kami dipindahkan ke LPDP sama saja kami tidak mengajukan beasiswa, karena LPDP memang akan memberi tambahan uang saku untuk para mahasiswa/i yang berada di Rusia, bukan memberikan beasiswa. Kenapa kami protes?ya jelas saja kami mengajukan beasiswa unggulan diknas dibawah bendera PBNU, karna itu kami meminta rekomendasi dari PBNU untuk mempercepat proses pendanaan tersebut. Besar harapan kami dengan surat itu beasiswa kami akan lebih cepat diproses. Bukan untuk dilepar kesana kemari seperti bola.

Pada akhirnya saya pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan birokrasi ini. Indah memang birokrasi ini. Saya pun tidak memikirakannya, Saya serahkan semua kepada yang Maha esa. Saya bersama teman-teman sudah berusaha sampai 3 hari sebelum keberangkatan, belum juga mendapatkan penjelasan sama sekali. Karena waktu keberangkatan kami semakin dekat. Kami harus siapkan mental dan siap dengan kondisi apapun setelah sampai di Rusia nanti. Toh ini mimpi ku, apapun yang akan terjadi saya akan tetap berangkat. Jadi untuk sementara tidak ada kepastian tentang beasiswa aku pun meminta dana talangan sementara kepada mamaku untuk bekal disana dan sekali lagi kasih ibu kepada anaknya tak terhingga. Bagaimanapun kondisinya beliau tetap mengusahakan untuk anak tercintanya meraih mimpi.

Tugas kami tidak berhenti disana, masih banyak yang kami harus kerjakan. Kami pergi untuk membeli perlengkapan musim dingin. Kami beli penutup kepala, badan, tangan, dan kaki. Kami belanja di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Sudirman, Jakarta. Mahal memang, tapi kami butuh, apa boleh buat tetap kami beli. Kami hanya membeli long jhon, karena itu yang murah disana. Selebihnya kami membeli perlengkapan di Pasar Pagi Mangga Dua. Saya tau disana ada satu toko yang menjual perlengkapan musim dingin yang sesuai dengan harga kantong. Lalu saya pergi dan memborong semua yang dibutuhkan dari atas kepala sampai bawah.

Selain keperluan musim dingin, mengingat makanan di negara kita jauh berbeda dengan makanan sana, aku juga mempersiapkan kebutuhan makan dan beberapa alat dapur yang pastinya lebih murah di sini bahkan tidak ditemukan di Rusia sana. Seperti bumbu-bumbu instan makanan khas Indonesia yang kita konsumsi sehari-hari, mie rebus indomie favorit, piring plastik, gelas plastik, dan lain-lain. Seperti belanja ibu rumah tangga untuk 1 bulan. Tetap aku harus memilah-milah untuk aku bawa ke sana, karena aku tidak bisa melawan peraturan maskapai yang memberikan jatah preman untuk bagasi sebanyak 30 KG.



Minggu, 03 November 2013

Rusia Menanti (Bag. 3)


Sedari awal, sejak pengumuman kelulusan beasiswa Rusia, saya dan ke 4 teman memang tidak tinggal diam dan meratapi nasib. Kami tak hanya Membuat Proposal  kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kami juga membuat Proposal dan melengkapi semua persyaratan untuk Program Beasiswa Unggulan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Rebublik Indonesia. Beasiswa ini memang terbuka untuk umum, terutama untuk para siswa yang akan menempuh pendidikan S1, S2, dan S3. Untuk jenjang S1 dan S2 yang akan diberikan beasiswa tambahan uang saku, sedangkan untuk jenjang S3 beasiswa yang diberikan adalah beasiswa penelitian. di dalam WEB PROGRAM BEASISWA UNGGULAN menerangkan jumlah dana beasiswa yang diberikan sebesar 750 Euro per bulan. WOW. itu uang yang banyak sekali bagi kami para mahasiwa. Kalau memang benar itu sangatlah cukup untuk membiayai kebutuhan kami bahkan setelah pulang nanti malah bisa kebeli mobil :) 

Kami pergi ke rumah alumni yaitu DR. Herdi Sahrasad. Kami biasa memanggil beliau dengan sebutan bang Herdi. Dia adalah peneliti senior (research journalist) sekaligus dosen (faculty member) di Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta. kami pun meminta saran kepadanya. Bang Herdi pun menyarankan kepada kamu untuk pergi mencari surat pada setiap anak surat keterangan dari musholah tempat kami tinggal yang menjelaskan kalo kami adalah anak umat, dari surat musholah itu nanti kita datang ke PBNU untuk minta rekomendasi dari ketua dan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan kami mendapatkan rekomendasi sebagai kader NU yang akan melanjutkan studi ke Luar Negeri dan surat rekomendasi tersebut kami gunakan untuk meminta dana kepada Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Ya, kami yakin ini jalan kami untuk mendapatkan dana tambahan untuk biaya hidup kami selama menempuh pendidikan kami di Luar Negeri.

Saya lengkapi semua persyaratan dari A-Z yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa unggulan ini. Dari mengisi formulir sampai kami harus membuat artikel yang intinya untuk mempromosikan dan membagus-baguskan instansi tersebut. Tak lupa surat Rekomendasi dari PBNU yang saya lampirkan dalam tumpukan berkas-berkas lainnya. Saya serahkan kepada staf biro dan sebagai bukti saya mendapatkan bukti bahwa kami telah mengumpulkan berkas-berkas untuk beasiswa unggulan. Tenang pikiranku. Berkas sudah terkumpul lengkap dan saya tinggal menunggu kabar diterimanya dana anggaran yang saya buat atau sama nasipnya dengan berkas-berkas yang terdahulu berada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Informasi yang saya dapat dari ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia Rusia (Permira). Dalam chatku bersama ketua PERMIRA, dia mengatakan pasca kunjungan RI 1 dan Menteri Pendidikan ke Rusia, RI 1 berjanji akan memberikan dana tambahan untuk mahasiswa yang sedang studi di Rusia. Saya mencari kebenaran berita tersebut kepada staf Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri. Ternyata hal tersebut dibenarkan oleh perwakilannya yang bernama Bapak Abe. Pak abe, adalah penanggung jawab beasiswa unggulan di BPKLN. Beliau diundang oleh salah satu penerima beasiswa ke Rusia. Sarjawo namanya, sarjawo ini adalah staf dari SEAMOLEC yang akan melanjutkan studi S3 di Rusia, baik niat dia untuk mengundang kami para penerima beasiswa ke Rusia lainnya untuk mengikuti acara temu kangen bersama pak ABE, mungkin saja nanti berkas kami bisa mulus dan diloloskan oleh Pak ABE. Beliau ini menjelaskan semua kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi 20 tahun ke depan  kondisi negara ini. Saya tidak tau dapat darimana semua berita tersebut, yang tau hanya ALLAH SWT pikirku. Alurngidul yang memakan waktu kurang lebih 5 jam ini, membahas tentang banyaknya sektor yang berpotensi untuk 20 tahun ke depan. Indah benar kedengarannya. Bagus memang beliau menjadi pembicara mewakilkan BPKLN. sekali lagi semoga berkas kami lolos semua. AAAMIINNN!

Kamis, 31 Oktober 2013

Rusia Menanti (Bag. 2)

Mencari Sponsor

Perjalanan saya tidak mudah. setelah proses pembuatan visa, saya harus berfikir bagaimana harus mendapatkan dana tambahan untuk kebutuhan hidup di Rusia sana. Ada dari sahabatku mengirimkan proposal ke beberapa LSM yang pemiliknya adalah ade dari seorang Calon Presiden RI, Media cetak dan lain-lain. Saya mencoba untuk mencari sponsor dan beasiswa tambahan. Satu per Satu perusahaan Swasta, BUMN, bahkan ke tingkat Kementerian Indonesia seperti, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Budaya saya datangi. Saya buat Proposal dan saya berikan satu persatu kepada meraka, ada yang melalu Email dan ada juga saya kasih langsung tak tanggung-tanggung saya membuat proposal kepada Bapak Wakil Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif. Beliau adalah Alumnus dari satu almamater dengan kami. Beliau juga ketua pembina dari IKA UNPAD. Jadi, saya berkeyakinan beliau akan sangat membantu.

Saya berkunjung ke kantor Bapak Wakil Menteri Kementerian Pariwisata di jln medan merdeka lantai 17. saya bertemu dengan seketarisnya, lumayan masih muda dan cantik. Saya serahkan surat pertama perihal permohonan bantuan akomodasi. Saya menunggu hampir satu bulan balasan surat pun tak kunjung datang. Lalu saya datang kembali ke kantor beliau. Saya tanyakan nasip suratku kepada seketaris yang cantik dan masih muda itu, dia bilang suratku sudah di disposisikan ke SEKJEN. saya pergi ke lantai 15, karena seketaris cantik itu bilang SEKJEN PAREKRAF ada dilantai itu. Sampai disana ternyata staf penyuratan bilang surat saya di disposisikan kembali ke bagian Kepegawaian di lantai 17. Sambil tersenyum lebar saya pergi ke lantai 17 dan bertemu dengan bapak (lupa saya namanya) yang jelas beliau itu sudah tua. Itulah bagian dari sebuah birokrasi. Setelah ngobrol panjang lebar kali tinggi dengan bapak tua itu. Ternyata surat permohonanku sudah ada di tumpukan berkas-berkas yang diabaikan. Sedih miris tercabik-cabik luka hati melihat kertas tersebut tertumpuk lama bersama dengan kertas usang lainnya. Selama hampir satu bulan.

Menyerah? Tentu saja tidak. Tidak ada di dalam kamusku kata tidak berguna itu. Setelah satu minggu saya datang kembali ke kantor pak WAMEN, bertemu kembali dengan seketarisnya yang masih muda dan cantik itu dan saya memberikan kembali surat permohonan bantuan kepada beliau bersamaan sebuah coklat silverquen. coklat itu saya berikan untuk membuat hati seketaris itu luluh dan berniat untuk membantu saya :). (*maaf bunda ini bukan dari sebuah perselingkuhan, hanya proses dalam berdiplomasi, itu yang diajarkan oleh senior ayah ). Satu minggu kemudian aku datang untuk mengecek kembali status surat itu, ternyata tetap pada alurnya surat ku ini di disposisikan kembali ke SEKJEN. tidak mempan ternyata coklat silverquen untuk sogokan. Berhubung saya tiba kesorean di kantor Kementerian Pariwisata, ruang SEKJEN pun sudah kosang. Para staf sudah pulang karena memang sudah jam pulang kantor. Lalu besoknya saya kembali ke Kementerian Pariwisata langsung di lantai 15 kantor SEKJEN menanyakan kembali suratku. Ternyata suratku didisposisikan ke DIRJEN. Lalu saya segera ke ruang DIRJEN PAREKRAF. Hampir 2 jam saya menunggu staf DIRJEN yang pusing mencari suratku yang dilimpahka, ternyata apa yang ku dapat? Seorang staf menghampiri lalu berkata, "maaf surat bapak tidak dapat kami temukan". Bercampur aduk hati ini. Kemana perginya surat  itu, apa ia memiliki kaki yang bisa berjalan, atau memiliki sayap sehingga ia terbang entah kemana. Lalu saya pun pulang dengan tangan kosong karena memang suratpun tak sampai. Sebatas Info saja, rumah berada di Tangerang dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ada di Monas. Naek motor kadang kepanasan kadang kehujanan, tapi itu dari sebuah perjuangan, tidak masalah.

Teringat ajian ALL IS WELL,  saya teriak dalam hati kata itu. Lalu untuk ke-3 kalinya saya membuat proposal bantuan ini. Tapi, dengan sedikit sentuhan kebanyakan LSM meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan, dengan menjilid proposal dengan rapi dan tebal. Lalu datang kembali ke jln. Medan Merdeka lantai 17 itu dan bertemu untuk ke tiga kalinya juga dengan seketaris pak WAMEN yang cantik dan masih muda. Dian namanya. Dengan penuh wibawa dan pesona, saya berkata kepada mbak Dian "bahwa saya datang kesini untuk terakhir kalinya mba, tolong sampaikan proposal ini langsung kepada pak WAMEN. katakan kepada beliau suatu hari nanti posisi beliau akan tergantikan oleh saya. AAMMIINNNN!!!!!
Setelah kurang lebih 15 hari dari kedatangan saya yang terakhir. Saya mendapatkan Email yang berKops surat KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA.
Dalam surat itu, diterangkan dengan jelas bahwa Pusat Pengembangan SDM Parekraf tidak mengalokasikan anggaran untuk memberikan beasiswa maupun bantuan apapun. Ya saya cukup mengerti, mungkin negara ini memang sedang kehabisan duit. Sehingga bantuan biaya tiket untuk anak negeri yang melanjutkan sekolah di salah satu negara besar pun tak sanggup. NIHILLLLL!

Sabtu, 26 Oktober 2013

Langkah Awal. Rusia Menanti (Bag. 1)

Bunyi dari Hp yang memberitahukan ada sebuah email masuk ke dalam inbox, mengejutkan. Email yang saya tunggu-tunggu dari beberapa bulan yang lalu akhirnya sampai juga. Email dari Pusat Kebudayaan Rusia dengan attachment sebuah Invitation Of Letter dari salah satu Universitas di Rusia yang menerangkan saya adalah salah satu penerima beasiswa Pemerintah Federasi Rusia pada tahun ajaran 2013/2014 untuk program Magister (S2) jurusan Tourism di Southern Federal University di Rostov-on-Don, Rusia.

saya tanpa sengaja tertawa-tawa kecil. Ingin berteriak bahagia tapi karena sedang berada di  keramaian jadi saya urungkan. Saya segera kasih tau Mama melalui telefon mengenai kabar gembira ini. Beliau pun ikut bahagia kemudian mengucap sukur. Tak lupa aku pun mengabari kekasih hati. Dia juga turut senang dan bahagia, tapi saya tau dia sedikit bersedih karena itu berarti tak lama lagi saya akan jauh darinya. Meninggalkannya sementara waktu sebagai musafir ilmu. Tapi telah kuyakinkan kepadanya ini demi masa depan dan mimpi saya selama ini.

Rusia adalah salah satu dari sekian banyak mimpi yang ingin saya wujudkan. Negara yang memiliki luas hampir separuh bumi itu membuat saya tergila-gila untuk mengunjunginya. Negara Super Power  yang memiliki penulis terkenal seperti Alexander Pushkin, Leo Tolstoy dan masih banyak lagi walau saya tidak terlalu mengenal mereka. Ngga kebayang dan kepikiran juga saya bisa mengunjunginya, bahkan untuk waktu yang lumayan lama. Banyak yang mengatakan negara itu memiliki keindahan yang begitu menawan dengan sejarah yang begitu panjang. Yang membuat saya terkagum adalah masyarakat Rusia seluruhnya memiliki jiwa partriotisme yang besar. Terlihat dari banyaknya patung-patung pahlawan dan penulis terkenal. Keindahan gedung-gedung yang masih terjaga kondisinya dan keasriannya membuat negara itu benar-benar menjadi salah satu tujuan utama wisatawan mancanegara. tidak 

Mimpi saya dari awal sejak duduk di bangku perkuliahan 5 tahun lalu, masih di kampus Jatinangor di depan gedung C di Gorky Park saya bertekat untuk pergi ke Rusia bagaimanapun caranya. akhirnya melalu dengan jalan pendidikan Saya pun akan ke Rusia sebentar lagi, saya bersyukur mendapatkan pengalaman baru lewat kesempatan ini. Bersama ke 4 temen, kami akan melakukan perjalanan panjang sebagai musafir ilmu. Kami memiliki mimpi yang sama, yang berasal dari satu almamater bahkan satu angkatan. Kami sebut diri kami sebagai 5 pandawa.

Awal cerita kami 5 pandawa. Setelah lulus kuliah Sastra Rusia UNPAD, kami mendaftar beasiswa dari pemerintah Federasi Rusia untuk program Magister melalui Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta. Saya pilih jurusan Tourism. Kenapa Toursim? Selain kencintaanku terhadap traveling, saya juga melihat potensi yang sangat baik dalam bidang pariwisata ini. Seperti yang telah ketahui, Indonesia memiliki banyak daerah wisata yang tidak kalah dengan negara lain. Keindahan pantai, pegunungan dan kekayaan budaya membuat Indonesia merupakan salah satu tujuan utama berlibur para wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Gila ajakan kalo potensi ini tidak disokong oleh kemampuan manusianya, bakalan kalah pamor oleh negara lain, seperti Thailand, Vietnam, dan negara tetanga lainnya. kesian Indonesia kalo hanya Bali saja yang dikunjungi oleh wisatawan luar negeri. 

Keempat sahabatku pun tak kalah hebatnya ada yang mengambil jurusan Hubungan Internasional, Sejarah, dan bahkan salah satunya mengambil jurusan Sinematografi. Mantap, ingin menjadi sutradara rupanya kawanku ini. Iya, Iki namanya, iya terobsesi untuk membuat film seperti 3 Idiots. Dia bilang Indonesia sekarang membutuhkan film-film semacam itu untuk memberikan pukulan semangat dan motivasi kepada setiap anak-anak muda Indonesia. Seperti temanku ini, dia sudah terkena virus yg bernama All Izz well, yang merupakan kalimat pamungkas ditanamkan kepada 2 sahabat pemeran utama kedalam hati setiap mereka menghadapi masalah. Dan selalu berhasil.