Tampilkan postingan dengan label Pandawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pandawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2014

Rusia Menanti ( Bag 9 )

TIBALAH KAMI DI RUSIA 

Tak terasa pesawat kami sudah hampir sampai. Perutku mules sekali, saya pikir daripada nanti dibandara saya membuang hajat karena pasti nanti sibuk untuk mencari bagasi, jadi saya putuskan untuk membuang hajat dahulu dipesawat ini, hitung-hitung untuk menambah pengalam saya buang hajat di pesawat. Toilet tidak terlalu besar namun sangat nyaman dan bersih. Jangan tanyakan bagaimana saya nyebok setelah buang air besar, saya harus biasakan untuk menjadi orang bule. Setelah selesai saya kembali duduk ke kursi. Pengumuman pesawat akan mendarat sudah terdengar. Rasa gelisah kembali menyerang, saya akan menginjakan kaki di Rusia pikirku. Detak jantung sedikit cepat dari biasanya, saya melihat keluar jendela tidak terlihat apa2 hanya awan putih yang tebal.

Pesawat yang memabawa kami pun mendarat dengan cantik dan para penumpang pun sudah bersiap-siap untuk keluar pesawat, saya pun juga sudah siap. Saya tidak tau teman pandawa lainnya karena kami berbeda posisi tempat duduk dan aku yakin mereka pun sedang bersiap-siap. Pintu pesawat sudah terbuka satu per satu penumpang keluar dari pesawat untuk menuju ke dalam bandara. Saya lebih dahulu keluar dari pesawat, saya menunggu teman-teman pandawa lainnya di dalam bandara. Kami tidak ada yang tau jalan keluar dari bandara ini jadi kami memutuskan untuk mengikuti kemana para penumpang lainya berjalan. Benar saja di depan kami banyak sekali orang yang sedang mengantri, saya tidak tau mereka sedang apa. Terakhir saya tau ternyata itu pemeriksaan visa oleh imigrasi Rusia, saya pun ikut megantri panjang sekali antriannya hanya ada 7 petugas imigrasi yang bekerja sedangkan penumpang pesawat yang dari mana-mana gumpul di tempat ini. 1 jam saya mengantri dan tiba lah giliranku di ikuti teman-teman pandawa lainya. Saya berikan paspor kepada petugas itu, dengan wajah tak bersahabat petugas itu mengambil paspor ku dan saya melihat dia sibuk mengetik-ngetik dikomputer sekali-kali melihat ke paspor dan wajah ku setelah itu dia memberikan kertas putih, saya tidak tau kertas itu untuk apa, terakhir saya tau dari teman-teman lain bahwanya kertas ini adalah kertas imigrasi yang harus dijaga jangan sampai hilang, jika hilang kami tidak bisa keluar dari negeri ini, “mengerikan” pikirku.

Saya menuju tempat bagasi banyak sekali tempat pengambilan bagasi di bandara ini. Kami sempat kebingungan dimana bagasi kami di keluarkan. Hampir 30 menit kami mutar-mutar untuk mencari bagasi ternyata bagasi kami sudah di letakan di lantai karena mungkin akan ada bagasi lain yang akan dikelurkan agar tidak tertukar bagasi kami diletakan tak bertuan di lantai itu pikirku. Setelah semua barang-barang kami lengkap kami menuju keluar bandara, disana sudah menunggu staf KBRI yang menjemput kami. Dia akan mengarahkan kami ke kota masing-masing. Setelah meeting selama 10 menit kami pun bergegas keluar dari bandara untuk menuju ke stasiun kereta, dari bandara ini kami menggunakan kereta menuju stasiun yang ada di pusat kota moscow. Kami melangkah keluar bandara, dan kami di sambut dengan hawa dingin negeri ini, khas sekali rasanya. Kami saling memandang, kami tau apa yang ada dalam pikiran kami satu sama lain dan kami tersenyum. Ya kami sudah tiba di Rusia. 5 pandawa yang akan berjuang untuk menjemput impiannya. Langkah kami akan dimulai disini, dimana kaki ini melangkah keluar bandara. “RUSIA TERIMALAH KAMI BER5 INI DENGAN SEGALA KETERBATASAN KAMI” teriak ku.

Sabtu, 01 Februari 2014

Rusia Menanti ( Bag 8 )

PELAYANAN PESAWAT TINGKAT INTERNATIONAL

Sudah setengah perjalanan  dari Dubai menuju Rusia. Saya pun sudah bosan dalam pesawat, ini bagaimana tidak saya hanya bisa duduk manis disamping bapak-bapak tua yang songong ini, mungkin kalo sebelah ku wanita cantik beda cerita haha. saya mencoba mencari-cari kesibukan untuk menghilangkan rasa bosan. Saya ingat PSP (PlayStation Portable) yang ada di dalam tas ransel ku, lalu saya menggambilnya mungkin saat ini keponakan ku sedang bingung mencari PSP nya bisa kebayang oleh ku dia akan menangis dan akan menayakan kepada neneknya. PSP ini saya rampas tanpa sepengetahuan dia haha saya memang om yang baik.

Satu jam sudah berlalu, PSP hanya mampu menghilangkan rasa bosan ku selama 1 jam saja, tapi tak apalah lumayan juga pikirku tinggal 2 jam lagi pesawat ini akan tiba di Rusia. Saya melihat pramugari cantik sedang membagikan konsumsi, ternyata sudah waktunya makan siang tak sabar saya menunggu giliran untuk dibagikan konsumsi. Tibalah giliranku, si pramugari cantik ini memberikan menu yang di dalamnya terdapat pilihan untuk makan siang ku. Tak banyak cerita saya hanya bilang “berikan yang enak kepada saya” dan pramugari cantik itu memberikan kotak yang saya tidak tau apa isinya, saya buka dan aroma enak pun menembus dalam hidung ku. Steak daging sapi dengan irisan kentang goreng, satu kata untuk makanan ini, “LAJISS”. Pramugari cantik itu menawarkan minuman “mau susu” jleb saya terdiam seperti patung, hampir runtuh iman ku dengan tawaran pramugari canti ini, cepat-cepat saya istiqfar. Pramugari melanjutkan “mau susu atau jus, atau teh” alhamdulilah ternyata pramugari cantik itu menawarkan susu yang lain. “Milk and Juss, please” pintaku, ditarolah 1 gelas susu segar dan satu gelas juss kemeja yang terdapat dihadapan ku.
 
Sudah habis makanan ku lahap tak tersisa, tinggal nge rokok saja satu batang komplit makan siang ku, tapi karena di dalam pesawat saya urungkan niat ku. Tak lama pramugari cantik itu datang kembali dengan tatapan penuh hasrat dia bilang “Have you Finised Sir, May I take This” jari telunjuknya mengarah ke kotak makanan ku. Oh “Sure sure, This is LAJIS, Thanks you” ucapku, pramugari itu pun tersenyum malu. Setelah suguhan makan siang tak lama pramugari cantik itu menawarkan minuman untuk ke dua kalinya, tetap dengan orderan yang awal saya meminta susu dan jus. Perut sudah terisi, rasa kantukpun melanda. Saya pun tidak tau lagi harus berbuat apa setelah ini, memang dasar manusia, lapar dungu kenyang pun super dungu jadi saya putuskan untuk tidur dari pada saya menjadi manusia super dungu.

Terlihat samar-samar dari mata ku yang baru bagun ini pramugari canti sendang membagikan sesuatu kepada semua penumpang. Saya pun mengumpulkan nyawa ku yang sedang berterbaran. Ternyata pramugari cantik itu sedang membagi-bagikan es krim, wah saya pun tak mau terlewatkan. Teringat jauh pikiranku kewaktu dimana saya bersama teman-teman pandawa sedang berkumpul dirumah bang Herdi. Si Abang sedang menceritakan pengalamannya saat naek pesawat ke Amerika sana. Si abang memberitahukan pengetahuan baru kepada kami
abang herdi bilang “Negara yang kaya terlihat dari maskapainya” kami bingung menerjemahkan makna dari kalimat itu.
“Loh kenapa bisa begitu bang” tanya kami
Si abang bilang “Nanti kalo kalian sudah berangkat, pas dipesawat kalian akan diberikan es krim, enak sekali es krimnya Hahah, lalu kalian bisa minta 2x atau 4x haha. kalo kalian naek pesawat dari negara miskin, jangan kan es krim kalian minta, nambah jus aja tidak boleh haha”. Kami ber 5 saling paham apa yang abang herdi sampaikan walau ilmu kami belum sampai kesana.

Lalu saya praktekkan teori si abang herdi ini untuk mengetahui Negara pemilik pesawat ini negara kaya apa miskin, setelah es pertama saya habis, saya memanggil pramugari cantik itu untuk minta eskrim ke 2. “May I have IceCream One More, Please” ucapku, lalu pramugari cantik itu pergi sejenak dan membawakan eskrim untuk ku. Saya lahap Es krim ke dua dengan cepat dan saya minta kembali eskrim ke 3, saya panggil  panggil kembali pramugari canti itu dan bilang “May I have IceCream one more again, please” dengan muka yang sudah tak cantik pramugari itu pergi kebelakang dan memberikan 1 lagi eskrim kepadaku, haha saya tertawa senang, saya sudah buktikan terori si abang dan bab 4 kesimpulannya adalah negara pemilik pesawat ini adalah negara kaya. 

Sabtu, 18 Januari 2014

Rusia Menanti ( Bag 6 )

Dalam Pesawat

Terbang perdana dalam sejarah hidupku, perjalanan panjang selama kurang lebih 8 jam saya serahkan semua keselamatan jiwaraga kepada sang pilot yang tidak ku kenal namanya yang akan mengendalikan pesawat ini ketempat tujuan. Saya duduk dikursi no 45D, area dibuntu pesawat kelas ekonomi. Disebelah kiri ku ibu-ibu berumur kurang lebih 40an. Terlihat jelas dari wajah si ibu bukanlah istri dari seorang penjabat negara yang sedang berlibur menghabiskan uang suami, tetapi penampilah hampir menyerupai. Si ibu adalah pekerja keras, jauh merantau ke negeri minyak untuk membeli berlian sebagai pembantu rumah tangga. Saya permisi untuk duduk disebelahnya, beliau dengan senyum mempersilahkan. Si ibu ingin pergi ke Dubai. Dalam percakapan kami, saya sedari awal pun sudah tau si ibu adalah TKI yang berasal dari jawa sana. Senang saya melihat ibu ini, dia bangga menjadi TKI, walau katanya harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan dan harap-harap cemas. Saya tidak tau kenapa ibu ini harus cemas jika ibu ini membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk bekerja disana, ternyata benar ibu ini menjadi TKI ilegal, dengan bermodalkan penampilan yang sedikit wah, ternyata itu hanya kamuplase untuk mengelabui imigarsi. Tapi ya sudahlah, memang sudah jalannya seperti itu. Toh saypun tidak mempedulikannya. Pikiran saya masih menuju wanita yang mengantar ku kebandara. Ya istriku, baru beberapa jam kami berpisah tapi rasanya sudah lama sekali. saya tetap mengambil sikap cool dan berdoa dalam hati semoa semua akan berjalan dengan baik dan dimudahkan oleh Allah SWT. AAMIINNN!
Dari spiker pesawat terdengar suara seperti orang mengaji dan terakhir saya mengetahui suara itu adalah pemberitahuan dari seorang pramugari bahwanya pesawat kami akan lepas landas. Tidak lebih dan tidak kurang waktu yang tertera ditiket dan jam tangan ku persis jam 01:50 WIB. Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih 15 jam. Dengan rute yang sudah ditentukan jam 8 pagi kami akan tiba di Dubai, transit 2 jam lamanya, setelah itu kami akan menuju Rusia. Saya berdoa dalam hati semoga kami semua selamat dalam perjalanan ini, semoga pesawat yang membawa kami tidak mendarat di samudura pasifik. RUSIA AKU DATANG.

Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman pun sudah dimatikan, saya melihat dibelakang sebalah kanan ku ada kursi kosong, lalu saya meminta ijin kepada pramugari cantik untuk pindah kursi. Pramugari dalam pesawat ini rata-rata berwajah seperti kebanyakan dalam film timur tengah, tapi ada satu berwajah asia, saya sudah tau dia pasti orang vietnam, lalu dengan sok berbahasa ingris saya meminta ijin untuk pindah kursi, ternyata dia menjawab dengan bahasa ibu pertiwi. Salah dugaanku. Setelah itu saya menjoba untuk tidur, dengan dada yang sesak, saya tidak tau ini perasaan apa. Perasaan sedih karena meninggalakan keluarga atau demam eropa sudah merasukiku. Tak saya hiraukan, saya minum obat yang diberikan oleh istriku. Sebelum berangkat kebandara tadi dia memberikan obat tidur kepadaku. Sehingga setelah saya minum obat itu, selang 1 jam obat mulai bekerja, berat sekali mata ini dan saya pun terlelap dalam mimpi indah.