PELAYANAN
PESAWAT TINGKAT INTERNATIONAL
Sudah
setengah perjalanan dari Dubai menuju
Rusia. Saya pun sudah bosan dalam pesawat, ini bagaimana tidak saya hanya bisa
duduk manis disamping bapak-bapak tua yang songong ini, mungkin kalo sebelah ku
wanita cantik beda cerita haha. saya mencoba mencari-cari kesibukan untuk
menghilangkan rasa bosan. Saya ingat PSP (PlayStation
Portable) yang ada di dalam tas ransel ku, lalu saya menggambilnya mungkin
saat ini keponakan ku sedang bingung mencari PSP nya bisa kebayang oleh ku dia
akan menangis dan akan menayakan kepada neneknya. PSP ini saya rampas tanpa
sepengetahuan dia haha saya memang om yang baik.
Satu
jam sudah berlalu, PSP hanya mampu menghilangkan rasa bosan ku selama 1 jam saja, tapi tak apalah lumayan juga pikirku tinggal 2 jam lagi pesawat ini akan tiba
di Rusia. Saya melihat pramugari cantik sedang membagikan konsumsi, ternyata sudah waktunya makan siang tak sabar saya menunggu giliran untuk dibagikan
konsumsi. Tibalah giliranku, si pramugari cantik ini memberikan menu yang di
dalamnya terdapat pilihan untuk makan siang ku. Tak banyak cerita saya hanya
bilang “berikan yang enak kepada saya” dan pramugari cantik itu memberikan
kotak yang saya tidak tau apa isinya, saya buka dan aroma enak pun menembus
dalam hidung ku. Steak daging sapi dengan irisan kentang goreng, satu kata
untuk makanan ini, “LAJISS”. Pramugari cantik itu menawarkan minuman “mau susu”
jleb saya terdiam seperti patung, hampir runtuh iman ku dengan tawaran pramugari
canti ini, cepat-cepat saya istiqfar. Pramugari melanjutkan “mau susu atau
jus, atau teh” alhamdulilah ternyata pramugari cantik itu menawarkan susu yang
lain. “Milk and Juss, please”
pintaku, ditarolah 1 gelas susu segar dan satu gelas juss kemeja yang terdapat
dihadapan ku.
Sudah
habis makanan ku lahap tak tersisa, tinggal nge rokok saja satu batang komplit
makan siang ku, tapi karena di dalam pesawat saya urungkan niat ku. Tak lama
pramugari cantik itu datang kembali dengan tatapan penuh hasrat dia bilang “Have you Finised Sir, May I take This”
jari telunjuknya mengarah ke kotak makanan ku. Oh “Sure sure, This is LAJIS, Thanks
you” ucapku, pramugari itu pun tersenyum malu. Setelah suguhan makan siang
tak lama pramugari cantik itu menawarkan minuman untuk ke dua kalinya, tetap
dengan orderan yang awal saya meminta susu dan jus. Perut sudah terisi, rasa
kantukpun melanda. Saya pun tidak tau lagi harus berbuat apa setelah ini,
memang dasar manusia, lapar dungu kenyang pun super dungu jadi saya putuskan
untuk tidur dari pada saya menjadi manusia super dungu.
Terlihat
samar-samar dari mata ku yang baru bagun ini pramugari canti sendang membagikan
sesuatu kepada semua penumpang. Saya pun mengumpulkan nyawa ku yang sedang
berterbaran. Ternyata pramugari cantik itu sedang membagi-bagikan es krim, wah saya
pun tak mau terlewatkan. Teringat jauh pikiranku kewaktu dimana saya bersama
teman-teman pandawa sedang berkumpul dirumah bang Herdi. Si Abang sedang
menceritakan pengalamannya saat naek pesawat ke Amerika sana. Si abang
memberitahukan pengetahuan baru kepada kami
abang herdi bilang “Negara yang kaya terlihat
dari maskapainya” kami bingung menerjemahkan makna dari kalimat itu.
“Loh
kenapa bisa begitu bang” tanya kami
Si
abang bilang “Nanti kalo kalian sudah berangkat, pas dipesawat kalian akan
diberikan es krim, enak sekali es krimnya Hahah, lalu kalian bisa minta 2x atau
4x haha. kalo kalian naek pesawat dari negara miskin, jangan kan es krim kalian
minta, nambah jus aja tidak boleh haha”. Kami ber 5 saling paham apa yang abang
herdi sampaikan walau ilmu kami belum sampai kesana.
Lalu
saya praktekkan teori si abang herdi ini untuk mengetahui Negara pemilik
pesawat ini negara kaya apa miskin, setelah es pertama saya habis, saya
memanggil pramugari cantik itu untuk minta eskrim ke 2. “May I have IceCream One More, Please” ucapku, lalu pramugari cantik
itu pergi sejenak dan membawakan eskrim untuk ku. Saya lahap Es krim ke dua
dengan cepat dan saya minta kembali eskrim ke 3, saya panggil panggil kembali pramugari canti itu
dan bilang “May I have IceCream one more
again, please” dengan muka yang sudah tak cantik pramugari itu pergi
kebelakang dan memberikan 1 lagi eskrim kepadaku, haha saya tertawa senang,
saya sudah buktikan terori si abang dan bab 4 kesimpulannya adalah negara
pemilik pesawat ini adalah negara kaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar