TIBALAH KAMI DI RUSIA
Tak
terasa pesawat kami sudah hampir sampai. Perutku mules sekali, saya pikir
daripada nanti dibandara saya membuang hajat karena pasti nanti sibuk untuk
mencari bagasi, jadi saya putuskan untuk membuang hajat dahulu dipesawat ini,
hitung-hitung untuk menambah pengalam saya buang hajat di pesawat. Toilet
tidak terlalu besar namun sangat nyaman dan bersih. Jangan tanyakan bagaimana
saya nyebok setelah buang air besar, saya harus biasakan untuk menjadi
orang bule. Setelah selesai saya kembali duduk ke kursi. Pengumuman pesawat
akan mendarat sudah terdengar. Rasa gelisah kembali menyerang, saya
akan menginjakan kaki di Rusia pikirku. Detak jantung sedikit cepat dari
biasanya, saya melihat keluar jendela tidak terlihat apa2 hanya awan putih yang
tebal.
Pesawat
yang memabawa kami pun mendarat dengan cantik dan para penumpang pun sudah
bersiap-siap untuk keluar pesawat, saya pun juga sudah siap. Saya tidak tau
teman pandawa lainnya karena kami berbeda posisi tempat duduk dan aku yakin
mereka pun sedang bersiap-siap. Pintu pesawat sudah terbuka satu per satu
penumpang keluar dari pesawat untuk menuju ke dalam bandara. Saya lebih dahulu
keluar dari pesawat, saya menunggu teman-teman pandawa lainnya di dalam bandara. Kami tidak ada yang tau jalan keluar dari bandara ini jadi kami memutuskan untuk mengikuti kemana para penumpang lainya berjalan. Benar saja di depan kami
banyak sekali orang yang sedang mengantri, saya tidak tau mereka sedang apa.
Terakhir saya tau ternyata itu pemeriksaan visa oleh imigrasi Rusia, saya pun
ikut megantri panjang sekali antriannya hanya ada 7 petugas imigrasi yang
bekerja sedangkan penumpang pesawat yang dari mana-mana gumpul di tempat ini. 1
jam saya mengantri dan tiba lah giliranku di ikuti teman-teman pandawa lainya.
Saya berikan paspor kepada petugas itu, dengan wajah tak
bersahabat petugas itu mengambil paspor ku dan saya melihat dia sibuk
mengetik-ngetik dikomputer sekali-kali melihat ke paspor dan wajah ku setelah
itu dia memberikan kertas putih, saya tidak tau kertas itu untuk apa, terakhir
saya tau dari teman-teman lain bahwanya kertas ini adalah kertas imigrasi yang
harus dijaga jangan sampai hilang, jika hilang kami tidak bisa keluar dari
negeri ini, “mengerikan” pikirku.
Saya
menuju tempat bagasi banyak sekali tempat pengambilan bagasi di bandara ini.
Kami sempat kebingungan dimana bagasi kami di keluarkan. Hampir 30 menit kami
mutar-mutar untuk mencari bagasi ternyata bagasi kami sudah di letakan di
lantai karena mungkin akan ada bagasi lain yang akan dikelurkan agar tidak
tertukar bagasi kami diletakan tak bertuan di lantai itu pikirku. Setelah semua
barang-barang kami lengkap kami menuju keluar bandara, disana sudah menunggu
staf KBRI yang menjemput kami. Dia akan mengarahkan kami ke kota masing-masing.
Setelah meeting selama 10 menit kami pun bergegas keluar dari bandara untuk
menuju ke stasiun kereta, dari bandara ini kami menggunakan kereta menuju
stasiun yang ada di pusat kota moscow. Kami melangkah keluar bandara, dan kami
di sambut dengan hawa dingin negeri ini, khas sekali rasanya. Kami saling
memandang, kami tau apa yang ada dalam pikiran kami satu sama lain dan kami
tersenyum. Ya kami sudah tiba di Rusia. 5 pandawa yang akan berjuang untuk
menjemput impiannya. Langkah kami akan dimulai disini, dimana kaki ini melangkah keluar bandara. “RUSIA TERIMALAH KAMI BER5 INI DENGAN SEGALA
KETERBATASAN KAMI” teriak ku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar