Sabtu, 08 Februari 2014

Rusia Menanti ( Bag 9 )

TIBALAH KAMI DI RUSIA 

Tak terasa pesawat kami sudah hampir sampai. Perutku mules sekali, saya pikir daripada nanti dibandara saya membuang hajat karena pasti nanti sibuk untuk mencari bagasi, jadi saya putuskan untuk membuang hajat dahulu dipesawat ini, hitung-hitung untuk menambah pengalam saya buang hajat di pesawat. Toilet tidak terlalu besar namun sangat nyaman dan bersih. Jangan tanyakan bagaimana saya nyebok setelah buang air besar, saya harus biasakan untuk menjadi orang bule. Setelah selesai saya kembali duduk ke kursi. Pengumuman pesawat akan mendarat sudah terdengar. Rasa gelisah kembali menyerang, saya akan menginjakan kaki di Rusia pikirku. Detak jantung sedikit cepat dari biasanya, saya melihat keluar jendela tidak terlihat apa2 hanya awan putih yang tebal.

Pesawat yang memabawa kami pun mendarat dengan cantik dan para penumpang pun sudah bersiap-siap untuk keluar pesawat, saya pun juga sudah siap. Saya tidak tau teman pandawa lainnya karena kami berbeda posisi tempat duduk dan aku yakin mereka pun sedang bersiap-siap. Pintu pesawat sudah terbuka satu per satu penumpang keluar dari pesawat untuk menuju ke dalam bandara. Saya lebih dahulu keluar dari pesawat, saya menunggu teman-teman pandawa lainnya di dalam bandara. Kami tidak ada yang tau jalan keluar dari bandara ini jadi kami memutuskan untuk mengikuti kemana para penumpang lainya berjalan. Benar saja di depan kami banyak sekali orang yang sedang mengantri, saya tidak tau mereka sedang apa. Terakhir saya tau ternyata itu pemeriksaan visa oleh imigrasi Rusia, saya pun ikut megantri panjang sekali antriannya hanya ada 7 petugas imigrasi yang bekerja sedangkan penumpang pesawat yang dari mana-mana gumpul di tempat ini. 1 jam saya mengantri dan tiba lah giliranku di ikuti teman-teman pandawa lainya. Saya berikan paspor kepada petugas itu, dengan wajah tak bersahabat petugas itu mengambil paspor ku dan saya melihat dia sibuk mengetik-ngetik dikomputer sekali-kali melihat ke paspor dan wajah ku setelah itu dia memberikan kertas putih, saya tidak tau kertas itu untuk apa, terakhir saya tau dari teman-teman lain bahwanya kertas ini adalah kertas imigrasi yang harus dijaga jangan sampai hilang, jika hilang kami tidak bisa keluar dari negeri ini, “mengerikan” pikirku.

Saya menuju tempat bagasi banyak sekali tempat pengambilan bagasi di bandara ini. Kami sempat kebingungan dimana bagasi kami di keluarkan. Hampir 30 menit kami mutar-mutar untuk mencari bagasi ternyata bagasi kami sudah di letakan di lantai karena mungkin akan ada bagasi lain yang akan dikelurkan agar tidak tertukar bagasi kami diletakan tak bertuan di lantai itu pikirku. Setelah semua barang-barang kami lengkap kami menuju keluar bandara, disana sudah menunggu staf KBRI yang menjemput kami. Dia akan mengarahkan kami ke kota masing-masing. Setelah meeting selama 10 menit kami pun bergegas keluar dari bandara untuk menuju ke stasiun kereta, dari bandara ini kami menggunakan kereta menuju stasiun yang ada di pusat kota moscow. Kami melangkah keluar bandara, dan kami di sambut dengan hawa dingin negeri ini, khas sekali rasanya. Kami saling memandang, kami tau apa yang ada dalam pikiran kami satu sama lain dan kami tersenyum. Ya kami sudah tiba di Rusia. 5 pandawa yang akan berjuang untuk menjemput impiannya. Langkah kami akan dimulai disini, dimana kaki ini melangkah keluar bandara. “RUSIA TERIMALAH KAMI BER5 INI DENGAN SEGALA KETERBATASAN KAMI” teriak ku.

Sabtu, 01 Februari 2014

Rusia Menanti ( Bag 8 )

PELAYANAN PESAWAT TINGKAT INTERNATIONAL

Sudah setengah perjalanan  dari Dubai menuju Rusia. Saya pun sudah bosan dalam pesawat, ini bagaimana tidak saya hanya bisa duduk manis disamping bapak-bapak tua yang songong ini, mungkin kalo sebelah ku wanita cantik beda cerita haha. saya mencoba mencari-cari kesibukan untuk menghilangkan rasa bosan. Saya ingat PSP (PlayStation Portable) yang ada di dalam tas ransel ku, lalu saya menggambilnya mungkin saat ini keponakan ku sedang bingung mencari PSP nya bisa kebayang oleh ku dia akan menangis dan akan menayakan kepada neneknya. PSP ini saya rampas tanpa sepengetahuan dia haha saya memang om yang baik.

Satu jam sudah berlalu, PSP hanya mampu menghilangkan rasa bosan ku selama 1 jam saja, tapi tak apalah lumayan juga pikirku tinggal 2 jam lagi pesawat ini akan tiba di Rusia. Saya melihat pramugari cantik sedang membagikan konsumsi, ternyata sudah waktunya makan siang tak sabar saya menunggu giliran untuk dibagikan konsumsi. Tibalah giliranku, si pramugari cantik ini memberikan menu yang di dalamnya terdapat pilihan untuk makan siang ku. Tak banyak cerita saya hanya bilang “berikan yang enak kepada saya” dan pramugari cantik itu memberikan kotak yang saya tidak tau apa isinya, saya buka dan aroma enak pun menembus dalam hidung ku. Steak daging sapi dengan irisan kentang goreng, satu kata untuk makanan ini, “LAJISS”. Pramugari cantik itu menawarkan minuman “mau susu” jleb saya terdiam seperti patung, hampir runtuh iman ku dengan tawaran pramugari canti ini, cepat-cepat saya istiqfar. Pramugari melanjutkan “mau susu atau jus, atau teh” alhamdulilah ternyata pramugari cantik itu menawarkan susu yang lain. “Milk and Juss, please” pintaku, ditarolah 1 gelas susu segar dan satu gelas juss kemeja yang terdapat dihadapan ku.
 
Sudah habis makanan ku lahap tak tersisa, tinggal nge rokok saja satu batang komplit makan siang ku, tapi karena di dalam pesawat saya urungkan niat ku. Tak lama pramugari cantik itu datang kembali dengan tatapan penuh hasrat dia bilang “Have you Finised Sir, May I take This” jari telunjuknya mengarah ke kotak makanan ku. Oh “Sure sure, This is LAJIS, Thanks you” ucapku, pramugari itu pun tersenyum malu. Setelah suguhan makan siang tak lama pramugari cantik itu menawarkan minuman untuk ke dua kalinya, tetap dengan orderan yang awal saya meminta susu dan jus. Perut sudah terisi, rasa kantukpun melanda. Saya pun tidak tau lagi harus berbuat apa setelah ini, memang dasar manusia, lapar dungu kenyang pun super dungu jadi saya putuskan untuk tidur dari pada saya menjadi manusia super dungu.

Terlihat samar-samar dari mata ku yang baru bagun ini pramugari canti sendang membagikan sesuatu kepada semua penumpang. Saya pun mengumpulkan nyawa ku yang sedang berterbaran. Ternyata pramugari cantik itu sedang membagi-bagikan es krim, wah saya pun tak mau terlewatkan. Teringat jauh pikiranku kewaktu dimana saya bersama teman-teman pandawa sedang berkumpul dirumah bang Herdi. Si Abang sedang menceritakan pengalamannya saat naek pesawat ke Amerika sana. Si abang memberitahukan pengetahuan baru kepada kami
abang herdi bilang “Negara yang kaya terlihat dari maskapainya” kami bingung menerjemahkan makna dari kalimat itu.
“Loh kenapa bisa begitu bang” tanya kami
Si abang bilang “Nanti kalo kalian sudah berangkat, pas dipesawat kalian akan diberikan es krim, enak sekali es krimnya Hahah, lalu kalian bisa minta 2x atau 4x haha. kalo kalian naek pesawat dari negara miskin, jangan kan es krim kalian minta, nambah jus aja tidak boleh haha”. Kami ber 5 saling paham apa yang abang herdi sampaikan walau ilmu kami belum sampai kesana.

Lalu saya praktekkan teori si abang herdi ini untuk mengetahui Negara pemilik pesawat ini negara kaya apa miskin, setelah es pertama saya habis, saya memanggil pramugari cantik itu untuk minta eskrim ke 2. “May I have IceCream One More, Please” ucapku, lalu pramugari cantik itu pergi sejenak dan membawakan eskrim untuk ku. Saya lahap Es krim ke dua dengan cepat dan saya minta kembali eskrim ke 3, saya panggil  panggil kembali pramugari canti itu dan bilang “May I have IceCream one more again, please” dengan muka yang sudah tak cantik pramugari itu pergi kebelakang dan memberikan 1 lagi eskrim kepadaku, haha saya tertawa senang, saya sudah buktikan terori si abang dan bab 4 kesimpulannya adalah negara pemilik pesawat ini adalah negara kaya. 

Bertarung dengan angin dan salju

Sudah dua hari ini angin bersertakan butiran salju turun di Rostov, mungkin juga sama dengan kota-kota lain di Rusia. Suhu udara semakin merosot bahkan hari ini saja sudah minus 17’C dengan Feels Like mencapat minus 22’C. Butiran salju yang turun dari 2 hari lalu membentuk seperti tumpukan pasir putih yang bergelombang indah sekali. Terlihat seperti pada lukisan alam, dengan angin sebagai kuasnya menambah keindahan goresan-goresan di permukaan tumpukan salju itu.

Aktivitas hari ini berjalanan seperti biasa namun dengan keadaa seperti ini waktu berasa melambat. Bagaimana tidak angin yang bertiup kencang membuat pejalan kaki memasaang kuda-kuda agar tidak terdorong oleh angin, ketika angin melambat baru lah mereka berjalan. Mobil-mobil di jalan pun begitu, tidak bisa memacu kecepatan seperti biasa karena salju pun sudah menutupi jalan beraspal. Mobil-mobil mewah dengan kualitas ban yang baik mungkin tidak masalah dengan kondisi seperti ini, tapi mobil-mobil tua seperi volga atau mungkin mobil-mobil yang tidak memiliki kualitas ban yang baik akan sangat sulit untuk melawit tumpukan salju sehingga akan membuat antiran panjang di jalan.
Ini pengalam pertama saya melihat cuaca kaya gini, Awesome! Pagi ini saya pergi ke kampus dengan jarak antara asrama ke kampus kuliah bahasa sekitar 1 KM, kondisi yang tak seperti biasa ini membuat jarak menjadi 3 KM. Kenapa seperti itu? Angin kencang dan tumpukan salju yang akan memperlambat dan mempersulit jalan sehingga seharusnya dengan kondisi biasa jalan kaki hanya menghabiskan waktu 15 menit, tapi dengan kondisi seperti ini saya harus menghabiskan waktu 30 menit mungkin ini juga dapat membakar 500 kalori dalam tubuh saya.

Hari ini saya ada kelas jam 10:15 waktu Rostov. Saya bangun jam 9 pagi lalu pergi untuk mandi. Walau diluar dingin dan kebanyakan orang-orang Rusia atau mungkin manusia yang ada di kota ini tidak terpikir untuk mandi karena memang tidak penting atau mereka malas, tapi bagi saya mandi adalah wajib hukumnya ya wajib untuk mandi 2 hari sekali. Sudah 2 hari ini saya pun menjadi warga lokal yang malas untuk mandi, jadi saya putuskan untuk mandi hari ini. Setelah mandi saya pun keringkan badan dan berpakaian. Seperti biasa saya sarapan dengan makanan sisa selaman yang saya panaskan terlebih dahulu. Makaroni menjadi andalan makanan untuk saya saat ini, karena memang simpel dan saya pun tidak punya kemampuan untuk memasak yang lain, jadi pikirku yang terpenting itu kenyang rasa adalah nomor 2 bahakan ke 3. Perut kenyang bandan wangi saya siap untuk menerjang badai salju ini demi pendidikan, masa saya kalah dengan nenek tua yang pergi kepasar untuk membeli bahan-bahan dapur dengan cuaca seperti ini. Stelan pakaian hari ini harus disesuaikan dengan cuaca, jadi saya putuskan untuk menggunakan long jhone atas setelah itu kaos tangan panjang, Jaket pertama lalu ditambah jaket bulu angsa dan bagian bawah hanya longjon dan celana Jeans. Tak lupa sarung tangan 2 lapis dan Kupluk untuk penutup kepala. Badan sayapun menjadi 2 kali lipat besarnya. Semua sudah siap, saya ambil tas lalu pergi keluar kamar tak lupa saya membaca Basmalah “ Bismillah Hirrahman Nirrahim”.

Saya berjalan diatas tumpukan salju yang sudah menggunung, kira-kira kakiku terbenam hingga sebetis. Saya hanya melihan kebawah memperhatikan langkahku, salah-salah saya akan terperosok. Semua bagian tubuhku ini sudah tertutup rapat, sehingga rasa dingin pun tidak saya rasakan. Tapi, setutup-tutupnya semua bagian tubuh ada satu bagian yang tidak bisa saya tutup, yaitu muka. Saya tidak tahu dengan apa saya menutup muka ini karena saya tidak memiliki kupluk yang seperti ninja, jadi muka ini dicumbu habis-habisan oleh angin dingin. Saya tidak bisa menuliskan bagaimana rasanya muka ini terkena angin dingin itu. Aneh, bukan dingin atau terasa segar muka saya tapi muka berasa panas bercampur perih, mungkin bisa dicontohkan taro muka anda diatas tumpukan es yang membeku di dalam frizer kulkas rumah anda. Saya terus berjalan sekali-kali saya berjalan mundur karena memang angin yang datang dari depan membuat muka perih bahkan akan mendorong tubuh kebelakang, jadi memang harus dibutuhkan taktik yang jitu jika tidak tubuh akan terdorong kebelakang bahkan bisa terjatuh. Namun jika angin yang datang dari arah belakang itu sangat membatu, sehingga jalan kita menjadi ringan, namun tidak semudah itu juga, dengan kondisi jalan yang licin saya harus berhati-hati juga karena bisa terpeleset dan akhirnya terjatuh juga. Serba salah memang dengan kondisi seperti ini.


Selangkah demi selangkah akhirnya tibalah saya di tempat kuliah bahasa yang berjarak 1 km. Saya bersyukur tidak terjadi apa-apa, dengan napas yang masih ngos-ngosan karena memang menghabiskan tenaga juga berjalan melewati salju yang sudah selutut dan angin dingin yang sangat kencang seperti ini. Tapi setidaknya saya bisa bernapas untuk 5 jam kedepan karena waktu kuliah dari jam 10:15 sampai 14:45.  

Senin, 27 Januari 2014

Rusia Menanti ( Bag 7 )

TIBA DI DUBAI.
            Pesawat yang membawa kami sebentar lagi akan mendarat di Dubai, jam tangan SWATCH Mahalku pemberian abang ipar menunjukan pukul 7.45 pagi. Pramugari pun memberitaukan bahawa dalam waktu 15 menit pesawat ini akan mendarat di bandara internasional Dubai. Saya bersiap dan semua penumpang pun mengikuti. Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman menyalah. Saya melihat keluar jendela, diluar sana terlihat daratan berwarna coklat, dengan matahari yang masih malu-malu menampakan sinarnya, darata itu sunggu seperti dalam film horor, mengerikan. Tapi menariknya terlihat bangunan dan jalan sangat rapih tertata tidak seperti kota Jakarta. Dubai emiret adalah kota yang sangat modern saat ini, yang saya ketahui dari internet kota itu di pimpin oleh seorangn muslin yang bernama Mohammed bin Rahsid Al Maktoum. Negara yang pendapatanya dari pembangunan real estat dan pelayanan keuangan dan yang menjadi pusat ekonomi islam dunia ini benar-benar sudah menarik mata dunia. Gedung-gedung modern yang inovativ, Hotel-hotel megah, tempat wisata dan ajang olahraga seperti Moto GP menjadikan dubai adalah negara salah satu tujuan orang-orang kaya mengahmburkan uang mereka disini. Tetap dalam hati saya Jakarta adalah kota terindah tak tergantikan oleh kota manapun, walaupun dengan kondisi yang memprihatinkan tetap jakarta number on for me.
            Sampai juga di Dubai, tuturku. Turun dari pesawat untuk beristirahat selama 2 jam. Saya berjalan menuju ruang tunggu untuk penumpang transite. saya dan pandawa 5 duduk dikursi yang sudah disediakan rapih berjajar. Ramai sekali bandara ini pikirku, saya lihat dari wajah mereka bermacam-macam rupanya. ada sipit, belo, hitam, putih, coklat, berjengot, baju seksi, bercadar, banyak sekali. Bingung bercampur penasaran. Sekali lagi saya tidak perdulikan. Yang ada dalam pikiran ku saat itu saya rindu istriku. Sedang apa dia skrng. Lalu saya coba nyalahkan hp mahalku ini, ternyata kartu perdana Indonesia masih bisa digunakan namun untuk internet tidak, rugi saya udah membeli paket internet sewaktu di jakarta. Memang negara ini sangat kaya dan modern. Setiap sudut bandara ini dilengkapi dengan fasilitas free wifi dan bandara ini sangat memanjakan para pendatang dengan suasanya yang nyaman bagi para Turis atau penumpang yang hanya transit sepert saya. Saya aktifkan wifi HP, clik seketika banyak masuk massage dari wasap. Saya baca satu-satu, kebanyakan dari istriku, dia dilanda rindu padaku. lalu saya hubungi istriku, saya beritau kondisi sangat baik sekali. Senang dia.
            Sifat udikku pun muncul, tapi saya tetap keren. Saya liat kesana kemari, keatas ke bawah, kesamping kiri dan ke kanan, semua sudut saya jelajahi dengan kedua mata ini. Hal itu sama dilakukan oleh teman pandawa. Wajar saja ini baru pertama kalinya kami jalan jauh dari rumah. Sejauh-jauhnya paling  masih di Indonesia, tapi kini saya jauh dari rumah bahkan sampai Dubai. Tertawa saya memikirkanny, saya bercakap-cakap dengan teman pandawa, entah apa yang kami bicarakan yang jelas semua senang. Tak lupa saya mengambil pose di semua sudut bandara, tak ketinggal di toilet pun kamu berfoto, yang terpenting tertulis indah dengan  Arab. Udik memang, tapi tetap keren. Sudahlah, saya menunggu duduk dengan tenang sampai waktu menunjukan pukul 10.
pengumuman pesawat yang akan membawa ku ke Rusia sudah siap, jadi para penumpang dipersilahkan untuk menaiki pesawat. Saya kemas barang-barang ku, sebelum berangkat tak lupa kami berfoto kembali. Oiya sebelum kami berfoto kami berkenalan dengan wanita kisaran 26 tahunan. Saya lupa namanya, dia adalah mahasiswa indonesia yang sedang studi di Prancis, dia juga sedang transite di Dubai. Lalu kami berfoto bersama untuk kenang-kenangan.
            Sampai aku dipesawat, saya duduk di samping bapak-bapak sudah sedikit tua, dan songong pula. Bapak itu orang Rusia, tapi dia hebat sekali bahasa Ingrisnya, kalah saya. Saya bercakap-cakap dengan dia. Niatku ingin sombong dengan menggunakan bahasa Rusia yang sebenarnya itu hanya akan menjadi bumberang bagiku. Ternyata benar saja, bapak itu menyuruhku menggunakan bahasa Rusia, akupun palingkan wajah dan belaga tidur.

            Pesawatku sebentar lagi akan lepas landas, para penumpang dipersilahkan menggunakan sabuk “pengaman perintah pramugari”. Waktu perjalanan memakan waktu selama 5 jam, jadi diperkirakan saya akan tiba di Rusia sekitar pukul 2 siang. Sisa ngantukku semalam masih melanda, akupun coba untuk tidur dan benar saja aku tidur pulas. 

Sabtu, 18 Januari 2014

Rusia Menanti ( Bag 6 )

Dalam Pesawat

Terbang perdana dalam sejarah hidupku, perjalanan panjang selama kurang lebih 8 jam saya serahkan semua keselamatan jiwaraga kepada sang pilot yang tidak ku kenal namanya yang akan mengendalikan pesawat ini ketempat tujuan. Saya duduk dikursi no 45D, area dibuntu pesawat kelas ekonomi. Disebelah kiri ku ibu-ibu berumur kurang lebih 40an. Terlihat jelas dari wajah si ibu bukanlah istri dari seorang penjabat negara yang sedang berlibur menghabiskan uang suami, tetapi penampilah hampir menyerupai. Si ibu adalah pekerja keras, jauh merantau ke negeri minyak untuk membeli berlian sebagai pembantu rumah tangga. Saya permisi untuk duduk disebelahnya, beliau dengan senyum mempersilahkan. Si ibu ingin pergi ke Dubai. Dalam percakapan kami, saya sedari awal pun sudah tau si ibu adalah TKI yang berasal dari jawa sana. Senang saya melihat ibu ini, dia bangga menjadi TKI, walau katanya harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan dan harap-harap cemas. Saya tidak tau kenapa ibu ini harus cemas jika ibu ini membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk bekerja disana, ternyata benar ibu ini menjadi TKI ilegal, dengan bermodalkan penampilan yang sedikit wah, ternyata itu hanya kamuplase untuk mengelabui imigarsi. Tapi ya sudahlah, memang sudah jalannya seperti itu. Toh saypun tidak mempedulikannya. Pikiran saya masih menuju wanita yang mengantar ku kebandara. Ya istriku, baru beberapa jam kami berpisah tapi rasanya sudah lama sekali. saya tetap mengambil sikap cool dan berdoa dalam hati semoa semua akan berjalan dengan baik dan dimudahkan oleh Allah SWT. AAMIINNN!
Dari spiker pesawat terdengar suara seperti orang mengaji dan terakhir saya mengetahui suara itu adalah pemberitahuan dari seorang pramugari bahwanya pesawat kami akan lepas landas. Tidak lebih dan tidak kurang waktu yang tertera ditiket dan jam tangan ku persis jam 01:50 WIB. Perjalanan kami menghabiskan waktu kurang lebih 15 jam. Dengan rute yang sudah ditentukan jam 8 pagi kami akan tiba di Dubai, transit 2 jam lamanya, setelah itu kami akan menuju Rusia. Saya berdoa dalam hati semoga kami semua selamat dalam perjalanan ini, semoga pesawat yang membawa kami tidak mendarat di samudura pasifik. RUSIA AKU DATANG.

Lampu tanda mengenakan sabuk pengaman pun sudah dimatikan, saya melihat dibelakang sebalah kanan ku ada kursi kosong, lalu saya meminta ijin kepada pramugari cantik untuk pindah kursi. Pramugari dalam pesawat ini rata-rata berwajah seperti kebanyakan dalam film timur tengah, tapi ada satu berwajah asia, saya sudah tau dia pasti orang vietnam, lalu dengan sok berbahasa ingris saya meminta ijin untuk pindah kursi, ternyata dia menjawab dengan bahasa ibu pertiwi. Salah dugaanku. Setelah itu saya menjoba untuk tidur, dengan dada yang sesak, saya tidak tau ini perasaan apa. Perasaan sedih karena meninggalakan keluarga atau demam eropa sudah merasukiku. Tak saya hiraukan, saya minum obat yang diberikan oleh istriku. Sebelum berangkat kebandara tadi dia memberikan obat tidur kepadaku. Sehingga setelah saya minum obat itu, selang 1 jam obat mulai bekerja, berat sekali mata ini dan saya pun terlelap dalam mimpi indah. 

Selasa, 31 Desember 2013

Rusia Menanti ( Bag 5 )

Waktu Keberangkatan

Barang sudah saya masukan dalam koper ukuran kurang Besar. Saya coba untuk mengangkatnya dan ku letakan di timbangan. Hampir putus urat leher ku menahan napas karena isi tas ku yang memadati semua ruang dalam tas. Saya liat jarum pada timbangan, jarum itu warna merah lalu mengarah kepada angka 30 KG lebih. Celaka pikir ku. Jatah bagasi hanya 30 KG. Jika lebih akan dikenakan biaya tambahan 30USD/KG nya. Tentu saya harus mengeluarkan 2 KG dari dalam tas itu. Tapi enggan rasanya karena semua barang yang ada di dalam tas itu saya butuhkan. Insting mafia pun muncul, saya berfrasat tidak semua temen-temen nanti akan membawa pas 30KG atau lebih, pasti ada dari salah satu dari mereka hanya memiliki berat di bawah 30KG, itu harapan ku. Jika memang benar Instingku, nanti saya kumpulkan mereka semua dan kami akan check in bersama dan disatukan semua bagasi yang di dapat 30KG x 5 orang = 150KG untuk ber5. Jadi saya fikir tidak perlulah keluarkan kelebihan beban bagasi yang saya miliki. Saya membawa koper besar 1, tas tangan 1, 2 jas, dan bodypack. Pertama saya bawa tas tangan, bodypack dan 2 jasku ke kabin, itu pikirku.

Tiba di terminal 2D Penerbangan International, akhirnya saya menginjakan kaki di terminal ini. Dulu hanya bisa mengantar tamu-tamu yang menginap di Hotel tempat kerja ku. Tamu yang akan balik kekampung sehabis liburan atau melakukan perjalan bisnis. Saya diantar oleh mamah, istriku, kakakku, dan abang iparku. Saya bersama mamah dan istriku turunkan didepan pintu terminal 2D, karena memang disana pesawat yang akan membawa ku nanti terbang ke Rusia. Lalu saya pergi ke Meetpoint yang sudah kita sepakati bersama teman-teman lainya.

5 pandawa, itulah sebutan kami ber 5. Rifky, ryan, danil, fuad, dan tentu saya. 5 pandawa yang mengiklarkan janji akan menuju ke negeri beruang merah bagaimanapun caranya sewatu kuliah dulu. Di monument Gorky Park, kami berjanji akan pergi ke negeri paman Lenin bagimanapun caranya dan apapun resikonya untuk melanjutkan Master kami setelah lulus kuliah strata 1. Bandara, kursi, tokoh-tokoh akan menjadi saksi bagaimana 5 pandawa akan pergi untuk menjemput mimpinya.

Saya duduk diantara istri dan mamaku, detik demi detik, menit demi menit sangat cepat sekali berlalu. Waktu menunjukan kekuasaannya, tepat pukul 00:00 saya dan pandawa harus chack-in untuk mendapatkan seat dipesawat. Kami pun bergegas untuk bersiap-siap masuk kedalam tempat check-in. Tak lupa strategi yang sudah saya siapkan sewaktu dirumah tadi. Saya kumpulkan kesemua paspor pandawa, karena saya akan masukan dalam group. Lalu saya minta tolong kepada danil untuk membawakan 2 stel jas yang tertutup rapih. Tak lupa kamipun berfoto-foto sebelum berangkat, teman-teman kuliah dulu di kampus Unpad rela datang malam-malam untuk mengantar kami, terharu. Kami berfoto-foto, bersama masing-masing keluarga. Momen ini seperti dalam sinetron yang menampilkan semua kesedihan. Sedih memang perpisahan ini, saya akan berpisah dengan istriku dan mamah untuk sementara waktu. Saya peluk erat tubuh mungil istriku, dan berkata kecil ditelinganya, “Jangan keluarkan airmata mu. Jaga kesehatan dan selalu ingat allah “. Lalu saya cium keningnya dengan penuh kasih sayang. Saya berpamitan kepada mamah dan kakakku, aku peluk mereka dengan erat. Lalu saya cium pipi mamah dan berkata “Mama Doakan Anakmu dan Mohon Doa Restu Mu”.

Kamis, 14 November 2013

Rusia Menanti (Bag. 4)

1 minggu sebelum keberangkatan, saya dan teman-teman pergi untuk terakhir kalinya ke KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN untuk mencari tau informasi selanjutnya mengenai beasiswa kami. Karena sebelum itu saya mendengar kabar yang kurang baik terkait berkas-berkas yang telah lama saya serahkan untuk Beasiswa Unggulan. Dengar kabar burung berkas-berkas yang masuk untuk pengajuan beasiswa unggulan tahun ini khususnya Pelamar yang akan ke Rusia akan dilimpahkan ke Lembaga Pengelolah Dana Pendidikan (LPDP) dibawah Kementerian Keuangan. Saya pastikan berita itu, saya pergi ke Diknas dan bertemu dengan staf biro yang tidak bisa kusebutkan namanya, ya karena dia hanyalah bawahaan yang akan tunduk dengan atasan. Saya tidak terlalu puas dengan penjelasan staf itu terkait masalah pemindahan berkas dari Diknas ke LPDP terlalu mutar-mutar sehingga pusing sendiri dia untuk menjelaskannya.Tak sabar, aku langsung berhadapan dengan bos nya, yaitu pak abe, ya pak abe, yang menjadi pembicara di Institusi yang bernama SEAMOLEC. Ternyata sama saja jawaban yang Saya dapat. Beliau hanya mengatakan berkas-berkas yang masuk dari pelamar yang ke Rusia akan dilimpahkan ke LPDP atas perintah atasan. 

Karena terkait akan ada bantuan untuk mahasiswa/i yang ada di Rusia akan diberi bantuan oleh RI1, jadilah kami disatukan kedalamnya. Disini yang tak saya mengerti. Dari awal Saya dan teman-teman mengajukan untuk Beasiswa Unggulan yang itu hak setiap anak bangsa. Jika berkas-berkas kami dipindahkan ke LPDP sama saja kami tidak mengajukan beasiswa, karena LPDP memang akan memberi tambahan uang saku untuk para mahasiswa/i yang berada di Rusia, bukan memberikan beasiswa. Kenapa kami protes?ya jelas saja kami mengajukan beasiswa unggulan diknas dibawah bendera PBNU, karna itu kami meminta rekomendasi dari PBNU untuk mempercepat proses pendanaan tersebut. Besar harapan kami dengan surat itu beasiswa kami akan lebih cepat diproses. Bukan untuk dilepar kesana kemari seperti bola.

Pada akhirnya saya pun tidak bisa berbuat apa-apa dengan birokrasi ini. Indah memang birokrasi ini. Saya pun tidak memikirakannya, Saya serahkan semua kepada yang Maha esa. Saya bersama teman-teman sudah berusaha sampai 3 hari sebelum keberangkatan, belum juga mendapatkan penjelasan sama sekali. Karena waktu keberangkatan kami semakin dekat. Kami harus siapkan mental dan siap dengan kondisi apapun setelah sampai di Rusia nanti. Toh ini mimpi ku, apapun yang akan terjadi saya akan tetap berangkat. Jadi untuk sementara tidak ada kepastian tentang beasiswa aku pun meminta dana talangan sementara kepada mamaku untuk bekal disana dan sekali lagi kasih ibu kepada anaknya tak terhingga. Bagaimanapun kondisinya beliau tetap mengusahakan untuk anak tercintanya meraih mimpi.

Tugas kami tidak berhenti disana, masih banyak yang kami harus kerjakan. Kami pergi untuk membeli perlengkapan musim dingin. Kami beli penutup kepala, badan, tangan, dan kaki. Kami belanja di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Sudirman, Jakarta. Mahal memang, tapi kami butuh, apa boleh buat tetap kami beli. Kami hanya membeli long jhon, karena itu yang murah disana. Selebihnya kami membeli perlengkapan di Pasar Pagi Mangga Dua. Saya tau disana ada satu toko yang menjual perlengkapan musim dingin yang sesuai dengan harga kantong. Lalu saya pergi dan memborong semua yang dibutuhkan dari atas kepala sampai bawah.

Selain keperluan musim dingin, mengingat makanan di negara kita jauh berbeda dengan makanan sana, aku juga mempersiapkan kebutuhan makan dan beberapa alat dapur yang pastinya lebih murah di sini bahkan tidak ditemukan di Rusia sana. Seperti bumbu-bumbu instan makanan khas Indonesia yang kita konsumsi sehari-hari, mie rebus indomie favorit, piring plastik, gelas plastik, dan lain-lain. Seperti belanja ibu rumah tangga untuk 1 bulan. Tetap aku harus memilah-milah untuk aku bawa ke sana, karena aku tidak bisa melawan peraturan maskapai yang memberikan jatah preman untuk bagasi sebanyak 30 KG.